Tampilkan postingan dengan label pernik islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernik islam. Tampilkan semua postingan
Teladan terakhir KH. Djauhari Kencong
Minggu, 16 Januari 2011
Al kisah sampai 3 malam Abdullah bin Amr bin Ash bertamu dirumat sahabat anshor yang sederhana dan tidak diperhitungkan selama ini. “ Maaf sahabat ,sebenarnya aku tidak ada keperluan apa-apa bertamu disini “demikian Abdullah. “Aku hanya ingin tahu apa rahasia amalmu sehingga engkau diramal oleh Rosululloh saw memang bersabda “sebentar lagi ada orang yang datang lewat jalan ini, dia adalah ahli sorga” Ternyata yang datang sahabat Anshor ini sambil mengibas – ngibaskan jenggotnya dari air wudlu dan menjinjing sandalnya dengan tangan kiri. Berturut – turut dalam tiga hari Rosulullah bersabda seperti itu dan juga orabg itu – itu juga yang datang lewat jalan tersebut. Sehingga Abdullah bin Amr bin Ash, yang terkenal tekun ibadah ini penasaran dan ingin rahasia amal ibadah apa pada diri sahabat Anshor tersebut. “Anda tahu sendiri wahai Abdullah, bahwa aku tidak punya kelebihan amal ibadah apa–apa “demikian tuturnya si Anshor yang menjadikan Abdullah tambah penasaran. “ Hanya saja aku tidak menemukan di hatiku perasaan dendam atau hiyanat terhadap siapapun sesama muslim aku juga sama sekali tidak punya perasaan iri /dengki terhadap sesama muslim yang telah memperoleh kelebihan anugerah dari Allah swt” si Anshor menjelaskan. Abdullah bin Amr langsung menyahut: “ Nah, Itulah yang menghantarkanmu ke sorga yang kami semua tidak sanggup melaksanakannya.”
Saling Memaafkan.
KH.Abdul Kholiq yang sudah udzur karena kesepuhannya datang ke ndalem KH.Djauhari dengan mengendarai becak. Beliau rupanya hanya ingin bertemu dan bermaaf-maafan dengan KH.Djauhari yang sama-sama sudah sepuh. KH.Abdul. Kholiq turun dari becak dan berjongkok (Jawa: ndodok) didepan ndalem. Begitu KH.Djauhari diberi tahu bahwa ada KH.Kholiq di halaman ndalem langsung bergegas keluar. Beliau langsung mempersilahkan KH.Abdul.KHoliq agar masuk kedalam. “Monggo mlebet Kiai… kulo mboten purun sepuro-sepuroan yen panjenengan mboten kerso mlebet (Silahkan masuk kiai saya tidak mau bermaaf-maafan kalau tuan masih belum mau masuk)” KH.Abdul.Kholiq akhirnya masuk kedalam dan berangkul –rangkulan dengan KH.Djauhari untuk saling maaf memaafkan. Yang lalu biarlah berlalu. Kini kita sama-sama sudah sepuh dan sudah dekat panggilan tuhan.Kita harus siap-siap mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan kita masing dihadapan-Nya. Kira – kira begitulah isi hati kedua beliau ketika dalam rangkulan permaafan. Sementara Ibu Nyai Sa’dah Djauhari melihat dari belakang dengan pandangan yang sangat terharu.
KH.Abdul.Kholiq yang pernah memegang pengurus NU Kencong masih peripean misanan (sepupu ipar) dengan KH.Djauhari. Garwo sepuh KH.Djauhari (Bu Zuhriyah) adalah sepupu garwo KH.Abdul Kholiq. Kedua tokoh yang terkadang ada selisih pendapat ini wafat berurutan. + 40 hari dari wafat KH.Djauhari, KH.Abdul.Kholiq menyusul.
Demikian pula halnya dengan KH.Abd.Hayyi. Tokoh ini paling akrab dengan KH.Djauhari ketika sama-sama semangat memimpin NU Cabang Kencong. Bahkan KH.Abd.Hayyi sudah akrab mulai zaman perlawanan terhadap kolonial dahulu. KH.Abd.Hayyi yang juga santri tebuireng inilah yang dulu bersama P.Thowi (H. Nawawi) mengajak kembali KH.Djauhari agar pulang ke Kencong untuk diajak berjuang bersama-sama , ketika itu beliau sudah mulai kerasan menetap dan berjuang di Menampu.
Ibu Nyai Sa’dah Djauhari mempersilahkan KH.Abd.Hayyi agar langsung saja masuk ke ruangan dalam dimana KH.Djauhari sudah berbaring letih karena sakit. KH.Djauhari mempersilahkan KH.Abd.Hayyi agar duduk mendekat disisi beliau dipinggir ranjang. Tidak ada sepatah kata yang mampu keluar dari mulut kedua tokoh idola masyarakat NU Cabang Kencong ini. Rupanya ketika berdekatan satu ranjang itu, kedua tokoh lagi menghayal kembali masa-masa lampau yang penuh suka duka bersama. Sampai pada akhirnya ada perbedaan yang sedikit tajam dalam menanggapi Asas Tunggal BPR. Tapi kini sudah sama-sama sepuh. Sudah sekat dengan panggilan Yang Maha Kuasa. Tidak ada harapan kecuali semoga di akhirat nanti disatukan kembali dalam sorga-Nya. Amin…!. KH.Abd.Hayyi lama duduk disamping KH.Djauhari sambil sesenggukan menangis. Sekali-sekali beliau mengusap air matanya. Ibu Nyai mempersilahkan KH.Abd.Hayyi meminum minumannya. Tapi KH.Abd.Hayyi tidak beranjak dari duduknya. “Biarlah Mas Hayyi selalu disampingku. Tinggal kali ini kok” demikian KH.Djauhari bilang kepada Ibu Nyai. Setelah lama KH.Abd Hayyi berpamitan dengan rasa berat hati. Sampai dihalaman ndalem KH.Djauhari, KH.Abd.Hayyi masih saja menangis. Itulah itulah pertemuan terakhir dari kedua beliau di dunia ini. Setelah 63 hari dari wafat KH.Djauhari. KH.Abd.Hayyi ikut menyusulnya.
Kencong dalam 63 hari ditinggal tokoh-tokohnya secara beruntun:
1. KH.Djauhari,
2. KH.Abd.Kholiq
3. KH.Abd.Hayyi.
Ajalpun tiba.
Pada malam senen Ibu Nyai Sa’dah mengadakan tasyakkuran atas kesehatan KH.Djauhari yang nampaknya agak membaik. Ibu Nyai mengundang banyak orang diantaranya para perawat RSU Lumajang yang pernah merawat KH.Djauhari disana. Sewaktu tasyakkuran ini Bu Asiyah juga hadir, karena berbarengan dengan walimah selapanan kelahiran cucunya, Fahmi bin Rosiful Aqli Jauhari. Tapi ternyata pada hari selasa sorenya, yaitu sehari setelah tasyakkuran itu, KH.Djauhari justru koma. Keluarga sepakat melarikan beliau ke RS Wijaya Kusuma Lumajang. Pengelola dan perawat rumah sakit ini cukup akrab dengan keluarga KH.Djauhari. Dan disana ada Bpk. Atiq Zubat. Anggota Dewan yang tentu yang tentu sangat akrab sekali dengan rumah sakit ini dan juga rumah sakit yang lain. Karena mertua beliau. H.Syu’aib (mantan Bendahara NU Cab. Lumajang), adalah yang menyumbangkan tanahnya dulu untuk RSU Lumajang dan juga pemilik Apotek Kalisono.
Tensi beliau selama semalam di rumah sakit sudah naik turun tidak normal. Maka Ibu dan keluarga yang lain sepakat pagi itu dibawa pulang kembali ke rumah. Di rumah para santri dan tamu dimohon untuk terus menerus membacakan Al Quran. Sementara Gus Afthon dan Gus Lutfillah AS. Berusaha menghubungi tenaga medis dari RSU Jember. Tapi toh, walaupun tenaga medis dari RSU Jember akhirnya datang juga, rupanya Allah memang menghendaki panggilan ajal KH.Djauhari pada hari itu. Tokoh yang memang sudah tidak kerasan di dunia fana ini berpulang ke rahmatullah pada hari Rabu Kliwon tanggal 11 shofar 1415 H/20 Juli 1994M. Jam 05,10 Istiwa’ sore hari (+jam 16.45 WIB).
انا لله وانا اليه راجعون
“sesungguhnya kita semua ini milik Allah dan hanya kepada-Nya jua kita semua kembali”
Semalam jenazah diinapkan. Para penta’ziyah dari segala lapisan masyarakat datang. Dari kalangan Habaib,Ulama,Umaro dan dari banyak lapisan yang lainnya lagi. Para tokoh NU wilayah jawa timur juga datang. Termasuk KH. Hasyim Muzadi yang menjabat ketua wilayah NU Jawa Timur di masa itu. Keluarga sedan dan sarang juga hadir diantara ribuan pengunjung yang lain.
سمة صدق العبد فى طاعته * كرامة تظهر بعد موته
فالاولياء الصا لحون عامة * تظهر بعد موتهم كرمة
“pertanda kesungguhan seorang hamba dalam ketaatannya adalah kekeramatan yang nampak setelah wafatnya. Maka para kekasih ( Allah ) yang sholeh-sholeh semuanya. Tampaklah setelah wafat mereka kekeramatan”1
Sekitar jam 10 pagi hari kamis jenazah diberangkatkan. KH.Maimun Zubair yang menyambut pelepasan atas nama keluarga. Al Maghfurlah dimakamkan di makam yang sudah beliau persiapkan sendiri. Di makam, para putra dan adik beliau yang menerima jenazah diliang lahat. Setelah selesai pemakaman,
1.syi,ir ini adalah dawuh K.Hamid pasuruan di depan KH.abdullah Shiddiq waktu berangkat ta’ziyah ke KH.Nawawi Sidogiri. Informasi dari Gus Lutfillah AS.
Pembacaan talqin dilaksanakan oleh para Habaib dan Kiai. Diantaranya Habib Muhammad Al Habsyi ketapang probolinggo dan KH.Maimun Zubair.
Malamnya, malam Jum’at, ketika tahlilan akan dimulai, para putra Almarhum berkumpul dinasehati oleh KH.Maimun Zubair. “sudah yang penting sekarang semuanya harus ikhlas “ demikian diantara nasehat beliau. “Iya kiai. Segala permasalahan akan kami rembug bersama dengan semua saudara” kakanda H.Ach.Fahim menimpali. “Itu ya perlu tapi yang penting ikhlas” demikian tambahan dari KH.Maimun Zubair. Penulis sangat terkesan dengan nasehat ini. Sebab ikhlas itu sebagai pengemudi yang paling baik dalam menuntun langkah kita semua. Kalau berangkatnya sudah tidak dituntun ikhlas, biasa – biasa dalam forum musyawarah yang terjadi hanya adu argumentasi dengan keluar otot leher. Bukan mencari titik temu tapi mencari menang sendiri seperti sidang dalam parlemen yang hanya berlomba menang – menangan dan mencari kelemahan lawan bicara.
KH. Djauhari pernah bilang bahwa beliau senang baca kitab shohih Bukhori. Sebab dulu, ketika KH. Djauhari membaca hataman shoheh Bukhori di bulan Romadlon. Di saat tidur istirahat beliau bermimpi didatangi Rosulullah saw. Baginda Rosulullah datang di ndalem barat ( ndalem Ny.Sepuh ) dengan membawa 4 biji tas tertutup Rosulullah bersabda: “yang tiga untuk kamu dan yang satu… “. KH.Djauhari keburu bangun sebelum Baginda Rosulullah menyelesaikan sabdanya. Waktu itu KH.Djauhari baru punya putra dua. Sebenarnya diluar dugaan kalau beliau dikaruniai 4 putra. Sebab antara putra beliau yang ke 2 dan ke 3 selisih 14 tahun. Dan antara yang ke 3 dan ke 4 selisih 7 tahun. Barang kali itu diantara isyarat 4 tas yang dibawa Rosulullah. Lantas kalau yang 3 tas untuk Romo KH.Djauhari kemudian yang 1 untuk siapa ...?.
Munkin saja untuk kita semua !. Amin ...
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: cerita, pernik islam
muslimah
Jumat, 05 November 2010
| by_NikolaRoyale |
Muslimah, Tidak mudah untuk bergelar muslimah,
Muslimah yang tegar memakai pakaian Islam,
Menjadikan malu sebagai pelindung diri,
Menjadikan taqwa bekal diri,
Untuk ke negeri yang kekal Abadi..
Walau dunia galak mempromosi,
Cinta itu dan indah mudah tuk dicari ganti,
calling dan chatting sebagai wadah menyulam cinta manusiawi?
Namun dimana hakikat insani yang bergelar Islami,
Yang menjunjung syariat di hati,
Dimana duhai putri-putri ?
Tetap teguhlah duhai hati kepunyaan putri Islami
Pagarlah hatimu dengan ingat kepada Ilahi
Agar hatimu sarat dengan Cinta Ilahi
Cinta yang terutama sebelum hadirnya cinta insani
Anugerah Ilahi untuk insan yang membenteng diri
Memakai pakaian Islam tidak cukup bagimu
Kerana tutupan itu bukan saja menutupi zahirmu
Namun batinmu itulah Acuan Islam yang sebenar
Syariat itu letaknya di hati untuk dituruti
Bukan sekadar bertahta dibibir nan manis
Namun tidak di hati yang tulus.
Teguhkanlah Benteng Dirimu Duhai Muslimah
Demi Dia yang menciptakanmu..
Kamulah pencorak generasi yang mendatang
Usah rapuh dalam pendirian
Natijahnya rapuh pembinaan
Bakal memusnahkan iman..
nukilan : Musafir Ilahi
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: pernik islam
emansipasi menurutku . . .
Kamis, 04 November 2010
Seruan emansipasi menyimpan perseteruan terhadap Islam. Selain itu, melecehkan, mencerca, menumbuhkan kebencian dari berbagai sisi terhadap agama. Termuat dalam gerakan emansipasi: kerusakan akidah, ibadah, akhlak, muamalah, dan politik. Secara akibat, gerakan ini memuat seruan terhadap muslim untuk tidak mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sunyi dari rasa takut dan pengagungan kepada-Nya. Menumbuhkan dalam hati sebongkah pelecehan dan olok-olok terhadap kebenaran agama. Menjadikan seseorang bersikap ragu, menentang dan lari dari agama. Dari sisi ibadah, nyata sekali bahwa gerakan ini mengerdilkan, meremehkan terhadap siapa pun yang menjaga berbagai bentuk peribadatan (yang selaras syariat).
Merupakan bentuk seruan yang menyeleweng dari Islam. Bagaimana tidak dikatakan semacam ini, sementara gerakan tersebut melakukan penolakan terhadap sesuatu yang bersifat keimanan pada hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu, hukum syariat terkait pada kekhususan wanita dan pria. Maka, gerakan ini telah secara nyata melakukan pembangkangan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Entah dalam bentuk tindakan langsung menolak hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, atau dalam bentuk melakukan berbagai penafsiran yang menyimpang sesuai dengan kepentingan dan selera gerakan emansipasi. Bisa diambil contoh adalah lontaran-lontaran pernyataan mereka, seperti Islam mendzalimi wanita, (atau di Indonesia mencuat istilah rekonstruksi pemahaman agama, yang intinya melakukan aksi penolakan terhadap syariat Islam, pen.). Islam membelenggu wanita dengan menyuruh mereka tinggal di rumah dan ungkapan-ungkapan lainnya.
Menyerukan permisivisme (serba boleh) dan menghalalkan segalanya. Maka bila diperhatikan kata “gender” akan diketahui bahwa makna kata itu terkait wanita dan pria. Sesungguhnya ini bentuk keserbabolehan (permisif) secara mutlak dan bebas tanpa batasan-batasan yang selaras fitrah, agama atau akal sehat. Kebebasan tanpa batas. Inilah yang dikehendaki para pegiat hak-hak wanita dan emansipasi. Mereka yang menyuarakan emansipasi tidak akan mampu menaikkan seruan mereka dari cara hidup binatang ternak. Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ اْلأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى
“….Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12)
Bahkan emansipasi telah menurunkan derajat mereka ke tingkatan binatang ternak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لاَ يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَاْلأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 179)
Merupakan wujud seruan kekufuran Yahudi dan Nasrani. Karena senyatanya, gerakan emansipasi yang memperjuangkan hak-hak dan kebebasan kaum wanita merupakan (program) dakwah Freemasonry Zionis Yahudi, yang bersenyawa dengan orang-orang Nasrani. Ketahuilah, bahwa para penyeru emansipasi (sadar atau tidak) merupakan orang yang taat kepada Yahudi dan Nasrani. Mulai dari bentuk organisasi, pernyataan, pendidikan (training), penyebaran, dan dakwahnya. Semuanya dilakukan sebagai upaya ke arah kekufuran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah beriman.” (Ali ‘Imran: 100)
Program mereka bertujuan mengeluarkan muslimin dari agamanya. Ini berdasarkan dalil firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah: 109)
Firman-Nya:
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217)
Meniadakan (menolak) penerapan hukum-hukum syariat.
Membiarkan dan membebaskan perzinaan.
Membolehkan nikah antara muslimah dengan orang kafir (tentunya dengan dalil kebebasan wanita, pen.).
Tukar menukar atau berganti-ganti pasangan hidup.
Terlepasnya hijab Islami (jilbab yang syar’i).
Tersebarnya kemaksiatan secara terbuka.
Tasyabbuh (penyerupaan) antara laki-laki dan wanita (baik dalam cara berpakaian, perilaku dan lain-lain, pen.).
Demikian beberapa kerusakan yang ditimbulkan akibat gaung emansipasi. (Mu’amaratul Kubra ‘alal Mar`atil Muslimah, 2/475-511)
Tidak sepatutnya kaum muslimin mengambil sistem nilai di luar Islam menjadi acuannya. Begitu pula seorang muslimah tidak sepantasnya menceburkan diri menyuarakan nilai-nilai emansipasi. Bila Islam dipelajari secara benar, maka akan memberikan kecukupan dan keadilan. Sebaliknya, bila Islam ditinggalkan maka kehinaan akan meliputi kehidupan kaum muslimah, bahkan masyarakat yang lebih luas.
Demikian beberapa kerusakan yang ditimbulkan akibat gaung emansipasi. (Mu’amaratul Kubra ‘alal Mar`atil Muslimah, 2/475-511)
Tidak sepatutnya kaum muslimin mengambil sistem nilai di luar Islam menjadi acuannya. Begitu pula seorang muslimah tidak sepantasnya menceburkan diri menyuarakan nilai-nilai emansipasi. Bila Islam dipelajari secara benar, maka akan memberikan kecukupan dan keadilan. Sebaliknya, bila Islam ditinggalkan maka kehinaan akan meliputi kehidupan kaum muslimah, bahkan masyarakat yang lebih luas.
إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللهَ وَرَسُولَهُ كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ
“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan.” (Al-Mujadilah: 5)
Menurut Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t, yang dimaksud “menentang Allah dan Rasul-Nya” adalah menyelisihi serta bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. (Taisirul Karimirrahman, hal. 845)
Karenanya, sudah tiba masanya bagi kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Wallahu a’lam.
Deislamisasi, mencerabut nilai-nilai Islam dari kaum muslimah hingga ke akar-akarnya.
Sumber: http://asysyariah.com/syariah
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: pernik islam
ulama-ulama ahlus sunnah
Perintis jejak pertama yang mengenakan mahkota fuqaha ahli hadits adalah para sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam. Yang paling masyhur dari mereka antara lain:
Khalifah yang empat (Radhiyallahu ‘anhum) :
- Abu Bakr Ash-Shiddiq
- Umar bin Al-Khaththab
- Utsman bin Affan
- Ali bin Abi Thalib
Al-Abadillah (Radhiyallahu ‘anhum) :
- Ibnu Umar
- Ibnu Abbas
- Ibnu Az-Zubair
- Ibnu Amr
- Ibnu Mas'ud
- Aisyah
- Ummu Salamah
- Zainab
- Anas bin Malik
- Zaid bin Tsabit
- Abu Hurairah
- Jabir bin Abdillah
- Abu Said Al-Khudri
- Mu'adz bin Jabal
- Said bin Al-Musayyib wafat 90 H
- Urwah bin Az-Zubair wafat 94 H
- Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
- Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
- Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas'ud wafat 94 H atau setelahnya
- Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
- Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash¬ Shiddiq wafat 106 H
- Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
- Muhammad bin Sirin wafat 110 H
- Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
- Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
Kemudian tabi'ut tabi'in dan tokoh mereka Rahimahumullah :
- Malik bin Anas wafat 179 H
- Al-Auza'i wafat 157 H
- Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
- Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
- Ismail bin Aliyah wafat 193 H
- Al-Laits bin Sa'ad wafat 175 H
- Abu Hanifah An-Nu'man wafat 150 H
Kemudian pengikut mereka di antara tokoh mereka Rahimahumullah:
- Abdul.lah bin Al-Mubarak wafat 181 H
- Waki' bin Al-Jarrah wafat 197 H
- Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i wafat 204 H
- Abdurrahman bin Mahdi wafat 198 H
- Yahya bin Said Al-Qathan wafat 198 H
- Affan bin Muslim wafat 219 H
Kemudian murid-murid mereka yang berjalan di atas manhaj mereka di antaranya (Rahimahumullah) :
- Ahmad bin Hambal wafat 241 H
- Yahya bin Ma'in wafat 233 H
- Ali bin Al-Madini wafat 234 H
Kemudian murid-murid mereka di antaranya (Rahimahumullah) :
- Al-Bukhari wafat 256 H
- Muslim wafat 271 H
- Abu Hatim wafat 277 H
- Abu Zur'ah wafat 264 H
- Abu Dawud : wafat 275 H
- At-Turmudzi wafat 279 H wafat 303 H
- An Nasa'i wafat 234 H
Kemudian orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka dari generasi ke generasi antara lain (Rahimahumullah):
- Ibnu Jarir wafat 310 H
- Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
- Ad-Daruquthni wafat 385 H
- Ath-Thahawi wafat 321 H
- Al-Ajurri wafat 360 H
- Ibnu Baththah wafat 387 H
- Ibnu Abu Zamanain wafat 399 H
- Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
- Al-Lalika'i wafat 416 H
- Al-Baihaqi wafat 458 H
- Ibnu Abdil Bar wafat 463 H
- Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
- AI-Baghawi wafat 516 H
- Ibnu Qudamah wafat 620 H
Di antara murid mereka dan orang meniti jejak mereka (Rahimahumullah) :
- Ibnu Abi Syamah wafat 665 H
- Majduddin lbnu Taimiyah wafat 652 H
- Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 1-1
- Ibnu Ash-Shalah wafat 643 H
- Ibnu Taimiyah wafat 728 H
- Al-Mizzi wafat 742 H
- Ibnu Abdul Hadi wafat 744 H
- Adz-Dzahabi wafat 748 H
- Ibnul Qayyim wafat 751 H
- Ibnu Katsir wafat 774 H
- Asy-Syathibi wafat 790 H
- Ibnu Rajab wafat 795 H
Ulama setelah mereka yang mengikut jejak mereka di dalam berpegang dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah sampai hari ini. Di antara mereka (Rahimahumullah) :
- Ash-Shan'ani wafat 1182 H
- Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
- Al-Luknawi wafat 1304 H
- Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
- Syamsul Haq Al-Azhim wafat 1349 H
- Al-Mubarakfuri wafat 1353 H
- Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
- Ahmad Syakir wafat 1377 H
- Al-Mu'allimi Al-Yamani wafat 1386 H
- Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
- Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
- Badi'uddin As-Sindi wafat 1416 H
- Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
- Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
- Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
- Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
- Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
- Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
- Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
- Abdul Muhsin Al-Abbad
- Rabi' bin Hadi Al-Madkhali
- Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i wafat 1423 H
Di antara guru-guru dan teman-teman kami serta orang-orang yang kami kenal dari kalangan penuntut ilmu semoga Allah membaikkan akhir hayat kami dan mereka berada di atas jalan ahli hadits. Itulah syiar dan slogan mereka semoga Allah mengampuni mereka semua, dan menganugrahkan kepada kami dan mereka ketetapan di atas kebenaran dan menjadikan akhir amalan kami kebaikan, kenikmatan dan kemuliaan-Nya.
Sumber:
Kitab Al Azhar Al Mantsuroh fi Tabyini Anna Ahlul Hadits Hum Al Firqotu An Najiyah wath Thaifah Al Mantsurah
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: pernik islam
kenapa air ini?
Selasa, 26 Oktober 2010
“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53) Gambar ini adalah gambar laut di Cape Town, Afrika Selatan. Air laut tersebut berbeda warna. Air laut tersebut sebenarnya adalah dua sungai yang bertemu di laut, tetapi yang menarik kedua air tersebut memiliki rasa yang berbeda, kedua jenis air tersebut tidak dapat bercampur! Inilah kekuasaan Allah, dan ada disebutkan dalam Alquran
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Lain halnya dengan Mr.Jacques Yves Costeau seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkenal di dunia dari Perancis. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tepatnya di Cenote Angelita, Mexico. Tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (Surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus” dan Surat Al-Furqon ayat 53 diatas.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam
Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan sungai dalam laut
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: pernik islam
masjid wanita
Lho kok ada masjid wanita? bukankah pria dan wanita boleh ke masjid semua? bahkan pria diwajibkan menjalankan ibadah sholat jumat di masjid?
Sebenarnya masjid ini juga sama dengan masjid lain pada umumnya hanya saja masjid ini di rehab ulang oleh seorang arsitek wanita.
Sebenarnya masjid ini juga sama dengan masjid lain pada umumnya hanya saja masjid ini di rehab ulang oleh seorang arsitek wanita.
Masjid ini pada awalnya dibangun oleh sebuah keluarga di Turki sebagai peringatan kepada orang tua mereka, yang kemudian di design ulang oleh Zeynep Fadilioglu. Kini Masjid Sakirin menjadi salah satu masjid paling unik dan eksotik dalam hal design masjid. Sangat kontras dengan masjid -masjid lain di Turki.
Zeynep Fadillioglu, sebelumnya bekerja untuk design interior rumah orang-orang kaya dan hotel-hotel mewah, dan ini adalah kesempatan pertama untuk menekuni bidang design interior pembangunan rumah ibadah. Zeynep mengatakan, dia menangis ketika pertama kali mendapat tawaran mengerjakan proyek pembangunan masjid itu. Itu merupakan kesempatan yang luar biasa dalam hidupnya.
Diposting oleh
PP. Assunniyyah
0
komentar
Label: pernik islam
Langganan:
Postingan (Atom)

